Mengenai Glagahombo
Struktur Organisasi
Dukuh : Basyori
RW 16 : Suyanta
RT 01 : Kusmiyantara, S.Pd.
RT 02 : Ngatimin
RT 03 : Murtijo
RW 17 : Karjana
RT 04 : Bakran
RT 05 : Murwanta
Sub. Divisi
LPMD : Muh. Pandoyo
PKK : Slamet Sutari
Karang Taruna : Nurdiyanto
Takmir Masjid Al-Huda : Subardi
Takmir Masjid At-Taubah : Siswoharjono
Kesenian
Jathilan : Sarjowiyono
Macapat : R. Widayadi
Kelompok Produktif
Tani : Sardji
Ternak : Bakran
Perikanan : Widayatma, S.E.
Glagahombo berasal dari kata Glagah dan Ombo. Glagah artinya Bunga Tebu dan Ombo artinya Luas. Dahulunya di dukuh Glagahombo ini hanya lahan luas yang ditanami bunga tebu. Seiring berjalannya waktu lahan luas tadi mulai didirikan pemukiman untuk hunian warga. Sehingga dukuh ini disebut Glagahombo.
Hingga saat ini 65% bagian dari dukuh Glagahombo adalah pertanian dan sisanya, 35% merupakan hunian. Dikarenakan sebagian besar merupakan wilayah pertanian, 70% warga Glagahombo bekerja sebagai petani. Dan sisanya ada yang PNS, TNI, POLRI, dan Karyawan Swasta.
Terhitung mulai 15 November 2007, Dukuh Glagahombo diketuai oleh Bapak Basyori. Seorang ayah tiga anak yang memiliki ciri khas kumis tebal yang menyerupai tokoh “Pak Raden” dalam serial tv “Si Unyil”. Beberapa warga memanggil Bapak Basyori dengan “Pak Kumis”. Sifat jenaka yang dimiliki “Pak Kumis” ini sering membuat warga yang berkomunikasi dengan beliau gembira.
Di dukuh Glagahombo ini terdapat kesenian jathilan yang sudah berdiri sejak 22 April 1986. Kesenian jathilan ini diberi nama Eka Turangga Muda. Eka berarti satu Turangga berarti Kuda Muda berarti Muda, jadi Eka Turangga Muda memiliki makna kegiatan pemuda untuk mempersatukan warga melalui kesenian jathilan. Selama ini sudah terdapat 3 generasi yang menjadi penampil di jathilan ini mulai umur 10 tahun hingga 60 tahun. Saat pertama kali didirikan diketuai oleh Kusnowiyarjo lalu dilanjutkan oleh Karjana dan sekarang diketuai oleh Sarjowiyono. Jumlah anggota yang masih aktif sekitar 60 orang dan 90% anggota merupakan warga Glagahombo. Eka Turangga Muda memiliki pentas rutin yang diadakan setiap tahunnya untuk memperingati ulang tahun kesenian jathilan, yaitu setiap tanggal 22 April.













































