Potensi Wisata di Glagahombo

Padukuhan Glagahombo merupakan salah satu dukuh di Pondokrejo yang masih menjunjung tinggi kegiatan sosial kemasyarakatan berbentuk kesenian. Di dalam padukuhan ini terdapat kesenian berupa jathilan, macapatan, wayang kulit, ketoprak, shalawatan dan hadroh yang turut meramaikan kegiatan – kegiatan masyarakat desa maupun pesanan tampil dari luar desa. Kesenian yang dipraktekkan merupakan kesenian adat jawa, agama islam, dan campura dari keduanya. Kesenian unggulan dari Dukuh Glagahombo adalah Jathilan yang merupakan kesenian yang sudah dianggap oleh Dinas Kebudayaan kabupaten Sleman. Walaupun belum tercatat pada dinas kebudayaan kesenian yang lain juga tidak dapat dianggap remeh.

Kesenian Jathilan Glagahombo memiliki nama “Eka Turangga Putra” telah berdiri semenjak tahun 1986. Paguyuban Jathilan ini dibentuk atas keinginan warga Glagahombo akan wadah untuk menyalurkan bakat kesenian mereka. Paguyuban ini menampilkan tiga jenis pertunjukkan yaitu: Klasik full (pakem), klasik setengah, dan kreasi. Pertunjukkan Klasik Full merupakan pertunjukkan tari yang menunjukkan peperangan klasik kesenian Jawa seperti Ramayana dan ….. yang diiringi dengan musik gamelan dan gerakan tari yang halus. Pertunjukkan ini sangat cock bagi masyarakat lansia yang merindukan kesenian Jawa. Pertunjukkan Klasik setengah merupakan pertunjukkan asli Glagahombo yang menunjukkan gaya tari yang lebih bebas dengan alur cerita yang jelas. Pertunjukkan ini biasanya bercerita mengenai seekor kuda muda yang keluar dari kandangnya untuk pertama kali dan harus menghadapi sang penggembala kuda. Tarian lebih bebas dan diiringi dengan musik gamelan yang lebih modern Pertunjukkan ini cocok bagi masyarakat muda yang ingin melihat gerakan-gerakan kontemporer yang dicampur dengan adat Jawa. Pertunjukkan Kreasi merupakan pertunjukkan bebas yang berisi tarian-tarian bebas tanpa alur cerita, sehingga murni gerakan tari. Paguyuban Jathilan ini kerap mengisi acara desa dan sudah tampil di luar Kabupaten Sleman. Jangan lewatkan penampilan paguyuban yang terus berkarya ini.

Kesenian Macapatan merupakan kesenian menyanyi dan membaca puisi bahasa Jawa yang juga mengajarkan nilai-nilai tata krama budaya Jawa pada pelafalnya. Kesenian yang beranggotakan 14-16 orang ini pertama kali muncul di Glagahombo pada tahun 2016 atas kepeduliaan beberapa warga mengenai tata krama dari pemuda kini. Umur anggota berkisar pada awal 30 tahun hingga orang tua yang merindukan kebudayaan Jawa. Kesenian ini berbeda dari kesenian lain yang berorientasi pada pertunjukkan karena Macapatan berorientasi pada character building anggotanya. Kegiatan paguyuban ini seputar membaca geguritan (puisi lama Jawa) yang berisikan nilai-nilai tata krama budaya Jawa pada pembacanya. Kesenian ini tidak menagih biaya sepersenpun dan selalu melaksanakan kegiatannya pada hari Rabu Pahing. Bagi anda yang tertarik untuk belajar lebih dalam mengenai tata krama dan nilai-nilai yang dimiliki oleh pemuda Jawa dapat menyaksikannya secara langsung di Dukuh Glagahombo, tepatnya di kediaman pak Widayati.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kunjungan

17654